Copy paste catatan dr blog saya…

Dimasa jaman romawi dulu, bangsa selain romawi dianggap sebagai bangsa barbar…. disebut bangsa barbar adalah bangsa yang tidak mempunyai etika, tata cara, kebudayaan dan liar. Kebudayaan, etika adalah milih bangsa romawi yang menganggap mereka adalah kaum / negara yang berbudaya. Sejalan dengan perkembangan jaman, etika dan budaya semakin berkembang, negara2 eropa banyak sekali menyumbangkan ide ide besar mengenai budaya dan etika ini. Sehingga mereka banyak sekali menciptakan kaidah2 internasional yang sampai sekarang diikuti oleh negara2 lainnya.

Kita bisa lihat bahwa tolak ukur sebuah negara maju dan berbudaya tinggi diukur dengan seberapa tinggi mereka mengapresiasi dan menerima seni budaya, dan etika. Para pejabat2, para bangsawan dan budayawan banyak menghabiskan diri mereka di tempat2 seni, teater dll. Etika di tulis dan dikembangkan, mereka menciptakan etika berkumpul, etika berdiplomasi, bahwak sampai etika bertempur dan makan. Jadi sebuah negara maju biasanya ditandai dengan banyaknya tempat yang bernilai seni tinggi, museum, teater, opera house dll.
Seorang artis dan bintang terkenal bisa masuk menjadi orang yang sering dibicarakan orang karena dia adalah orang yang mampu menjalani perannya sebagai artis dengan sangat baik.
Pembelajaran / pendidikan mengenai seni dan budaya sudah dimulai dari sejak dini, bahkan banyak kelas2 untuk membaca puisi, kelas2 teater berkembang sangati baik disana. Sehingga jangan heran bila melihat orang asing atau bule sedang membaca ketika sedang menunggu, membuat puisi ketika mendekati lawan jenisnya dll.

Kembali ke indonesia dengan label sebagai Negara yang penuh keramah tamahan dan toleransi yang tinggi kita sepertinya mengalami suatu yang orang bilang culture shock.   Kaget budaya…   Teknologi yang teramat cepat masuk di indonesia sepertinya tidak diimbangi dengan kesiapan masyarakat indonesia.

Masyarakat indonesia terlihat sangat kagok dan terutama kaget dengan mudah nya  informasi disampaikan melalui teknologi yang berkembang, internet, media, media sosial dll. menjadi bumerang buat bangsa indonesia sendiri.

Tingkat pendidikan yang rendah, etika dan budaya yang hanya lekat di dalam budaya masyarakat indonesia yang sekarang ini bahkan tambah lama tambah memudar,  ditambah kurangnya payung hukum yang seharusnya melindungi masyarakat tidak sepenuhnya berpihak pada masyarakat kalangan bawah.

Tampaknya ketidak seimbangan ini sangat berpotensial untuk menjadi chaos di masayarakat kita, dengan melihat banyaknya berita berita di media, media social dan network, ketidak tahuan akan etika dan budaya yang seharusnya di terapkan sejak pendidikan dini sepertinya menjadi akar dari perilaku perilaku sosial masyarakat terutama pada kalangan usia muda.

Deviasi moral telah terjadi,  dan pagar pagar agama juga sepertinya tidak serta merta membuat fenomena ini membaik. Harus ada tindakan2 khusus dari pihak yang berwenenang.  Hanya saja apakah pihak yang berwenang aware dengan keadaan ini? karena jika tidak kita akan berada dalam keadaan yang sangat berbahaya…..

Semoga ini tidak terjadi ya.

 

Medio maret 2014

Advertisements

Posted on 09/12/2014, in Catatan kecil and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: